Maaf jika harus seperti ini
Seindah dan se sempurna apapun sayap yang ku punya itu hanyalah sebuah kesementaraan, karna sebuah keburukan rasanya tak pantas untuk berdampingan dengan kebaikan, bak bagai keburukan kepakan demi kepakan sayapku yang tengah singgah ditempat ini, tak tahu arah angin membawa ku kemana sampai aku menemukan istana yang bercahaya diantara istana yang lain.
Banyak yang kutemukan, banyak hal baru yang sebelumnya ku tak pernah temui dan dapatkan disini, sambutan hangat begitu terasa aku tak ingin beranjak untuk terbang, selalu ku memanjatkan rasa syukur, ku aman disini dan ku nyaman disini.
Namun seiring berjalannya waktu sebuah kekecewaan demi kekecewaan sudah sengaja ku buat, bukan tanpa alasan ku melakukan ini karna ku menyadari sayap ini akan melukai dirinya namun dia terus menahan ku tapi aku lebih tau apa yang sebenarnya akan terjadi jika ku terus disini, sungguh aku tak ingin melukai dirinya sedikit pun, kekecewaan dia adalah ketika ku terbang dan beranjak dari sini, itu pun ku lakukan dengan sengaja, sangat teramat sakit ku rasa begitupun dia rasa.
Kekecewaan mendalam sudah termaktub dalam hatinya untuk melihatku, aku pun terbang beranjak dengan tak tau arah untuk kemana hanya angin yang membawa ku, terombang ambing dirasakan oleh diri ini terbawa hebusan angin bak bagai penunjuk jalan yang dipenuhi rasa keliru itu.
- sftmh -
Comments
Post a Comment