Skip to main content

Posts

Featured

Ada Lelah yang Tak Pandai Menjelaskan Dirinya

Ada fase dalam hidup ketika seseorang terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya sedang kehilangan dirinya sendiri secara perlahan. Tetap tertawa, tetap menjawab pesan, tetap menjalani hari seperti biasa—namun di dalamnya terasa kosong, seolah hidup hanya berjalan karena memang harus dijalani. Dan anehnya, kehampaan itu tidak selalu datang setelah kehilangan besar. Kadang ia tumbuh diam-diam, dari terlalu lama memendam, terlalu sering mengerti orang lain, sampai lupa bagaimana cara memahami diri sendiri. Semakin dewasa, aku mulai mengerti bahwa tidak semua luka muncul dengan suara yang keras. Ada yang hadir dalam bentuk lelah berkepanjangan, kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu dicintai, atau perasaan asing terhadap diri sendiri. Kita sering sibuk memperbaiki banyak hal di luar sana, tetapi menunda duduk sebentar dengan isi kepala sendiri. Padahal, ada bagian dari diri yang diam-diam menunggu untuk didengarkan, bukan dihakimi. Aku pernah berpikir bahwa menjadi kuat berarti tidak...

Latest posts

Pulang kepada Diri yang Tak Sempurna

Ketika Diri Sendiri Menjadi Tempat yang Melelahkan

Apa yang Tersisa dari Yang Pernah Ada

Resonansi Jiwa yang Tersesat

Lelah yang Kita Peluk, Harap yang Kita Jaga

Kita, Dua Pulau yang Selalu Pulang

Pada Bahu yang Tak Ingin Memberatkan

Aku: Gema yang Tak Menemukan Asal

Pada Senja yang Enggan Berpamit

Belajar Diam Tanpa Tenggelam