Daksa ini yang tengah sara bara, namun tak lupa titik yang tengah dituju
Berisiknya dalam kepala dan pikiranku terasa begitu penat untuk sendiriku dengar dan sendiriku resapi, begitu pelik seperti akar-akar petir yang tidak beraturan, seperti gemuruhnya yang kerap kali membungkam seluruh alam.
Lapisan horizon itu sudah tak kuasa membendung rintikannya lagi lalu jatuh secara perlahan membasahi seluruhnya, namun ini bukan suatu deskripsi tentang air mata yang membasahi bumantara ini, ini tentang suatu diri yang tengah berusaha bernafas dalam atap-atap langit yang semakin hari kian semakin terasa begitu sesak.
Terkadang tak jarang menjerit dalam bungkaman batin, orang tak mendengar tetapi diri mu dan tuhanlah yang mendengarnya, dan tembok dingin dengan suasana sunyi dikamar itu menjadi saksi bisunya, bahkan rembulan pucat pasi menjadi saksi bahwa malam-malam itu tak pernah lepas dari sunyi.
Terasa begitu pahit namun kau telan, langkah mu terasa begitu berat namun kau tetap melanjutkan langkahmu itu, tak apa berhenti sejenaklah, terkadang dalam perjalanan jauh kau memang membutuhkan istirahat.
-sftmh-
❤️❤️
ReplyDeleteHangat sekali ima
ReplyDelete