Reminder kecil : 2
Apa kabar diri yang tengah dihantam berbagai macam badai yang tak kunjung usai? Masih berdiri tegap diantara badai yang tengah menguasai? Atau setengah bersimpuh dan menuduk untuk sesaat? Apa terkapar namun masih berusaha untuk tetap bernafas diantara langit-langit kenyataan yang makin hari kian terasa makin sesak?.
Sampai kamu teriak dan kamu kehabisan suara tidak akan kunjung usai badainya, air matamu sudah cukup terkuras habis bukan? Langkah kadang tertatih-tatih bahkan hampir sering terjatuh namun berusaha untuk mencari genggaman, sampai tersadar tidak ada yang bisa kamu genggam selain tangan mu sendiri, dan kepercayaan kamu terhadap tuhan, sudah cukup untuk berlarian sampai kehilangan arah untuk mengapai apa yang sebenarnya tuhan tidak izinkan untuk kamu dapatkan, kamu hanya tidak sadar saja ketika sedang ditegur, maka tuhan yang membuat teguran itu juga mencoba mengajak mu untuk ke arah seharusnya, tetapi kamu abaikan sampai kamu lebih memilih untuk menyiksa diri itu, mungkin terkadang tuhan menciptakan hadiah untuk kita tapi serasa itu seperti ujian.
-sftmh-
Comments
Post a Comment