Satu titik, satu pilihan

Jika aku batu, maka pahatlah aku, jangan lemparkan aku dengan hentakan yang sangat kencang. Jika aku pedang, peganglah aku dan pakailah aku untuk melindungimu, bukan melukaimu.


Jika aku hujan, berbahagialah rasakan rintikannya, bukan gemuruh petirnya. Dan jika aku adalah sayap, maka pakailah untuk kau terbang agar kau bisa melihat dunia dari atas sana, jangan kau patahkan aku.


Aku hidup di dunia ini hanya sekali. Begitu pun dengan orang-orang, jika aku pergi entah kemana maka ikutilah aku jika kau mau, tetapi jika kau tak mau, aku mohon tataplah aku dari jauh, lihatlah pijakan kakiku.


Lalu aku memohon lagi, kali ini kepada Tuhan, "jika jalan yang kupijak rusak lalu aku terjatuh dan terus terjatuh, sulit untuk bangun lagi, aku membutuhkan pegangan Tuhan yang Kau berikan melalui apa pun itu".


Jika Tuhan menjawab ku,, maka aku berharap yang Tuhan kirim adalah Kau, Kau yang akan menjadi peganganku.


Aku tak mau jalan baru yang lebih baik dari jalan yang sedang kupijak, aku ingin melanjutkan perjalananku, karena itu yang kupilih, aku tak ingin cahaya baru dalam hidupku, karna dia cahaya yang kupilih


Maaf jika aku sangat egois Tuhan...aku hanya ingin dia dan dia.


-sftmh- 

Comments

Popular Posts