Bangkit atau kah menyerah

   Kita tidak bisa menyelam dilautan dengan keadaan ombak yang begitu dahsyat, kita juga tidak mungkin bertahan didalamnya,kemungkinan ada dua bertahan atau mati (?).

Jika kita bertahan, resiko yang diterima tersiksa dengan semua gelombang yang amat dahsyat itu (maka kamu akan tahu ending dari perjuangan mu walaupun itu membuat ekspetasi mu terpenuhi atau mengecewakan), jika memilih pasrah, kita terlebih dahulu terombang ambing didalamnya, lalu hanya tuhan yang bisa menentukan kamu akan mati apakah tetap hidup? (Maka hidup mu akan berujung sia-sia dengan mati juga yang sia sia).

   Permasalahan dalam hidup yang sedang kamu dapatkan itu seperti terjebak dalam lautan dengan terus menerus diterjang ombak, kembali lagi kita adalah manusia yang akan terus merasakan jatuh bangun dengan diselimuti kebahagiaan atau kesedihan dan ingatlah bahwa ini dunia, tujuan akan membuatmu selalu hidup meski tergores luka yang bersifat membuat tujuan mu itu rapuh dan membuaf fokus mu terguncang.

Semua pilihan itu ada didalam genggaman tangan mu sendiri, luka di obati bukan dibiarkan, jatuh bangkit lagi bukan terus menatapi kejadian dan kegagalannya, jika lelah beristirahat lah bukan berhenti, dilema? Tegakan prinsip dan tujuan mu, biarkan pikiran dan suara hatimu yang menjadi setir bukan ego mu yang menyetir dirimu, apakah kamu tau, apa hambatan terbesar ketika kamu berjalan untuk hidup? adalah pikiran dirimu sendiri.


-sftmh-

Comments

Popular Posts