Dear, God....
Arkian ku bertekuk lutut dihadapannya lalu bercerita tentang apa yang ku rasa, sangat pedih untuk dirasa, gelabahnya daksa ini serta sangat sulit untuk dihadapi sembari memohon aksama dihadapannya.
Ku menyadari diri ini yang ketika halai-balai mengingatnya, namun ketika harsa ku melupakannya, tetapi dia tak pernah sedikitpun meninggalkan diriku, dia selalu menuntun ku, namun ku kadang acuh.
Apakah ini sebuah teguran demi teguran dari mu? Sudah ku pastikan memang benar, ku tak berniat berburuk sangka tapi sungguh ku berbaik sangka ini adalah jalan darimu untuk ku yang tengah terombang-ambing.
Ku percaya akan datang sebuah cahaya ditengah gelap gulita, akan ada pintu terbuka seluas luasnya namun tersirat pesan dalam benak ku, jangan sampai salah untuk pijakannya karna pijakan ku lah yang akan menuntun arah ku sendiri, pijakan bagai iman dan pintu bagai ujung sebuah tujuan.
- sftmh -
Comments
Post a Comment