Mengingatnya lagi

   Sarayu kau membawaku untuk memelihatnya lagi, ini bukan sebuah khayalan namun putaran hal begitu indah nyata kurasa namun berbeda masa.

Tangan kecilnya berpegang erat pada tangan wanita kuat itu, wanita itu tak menahannya namun dia mengikuti kemana pun si kecil itu melangkah dan berlari dengan suara tertawa manisnya yang candu.

   Lalu, nayanika menatap gemerlap wajah wanita yang memegang tangannya, dengan demikian seribu senyuman terukir lagi dari dalam hati serta wajahnya, tak ada risak memisahkan mereka.

Ketika hembusan angin menyapu rambut hitam tebal nan bergelombang si kecil itu, maka wanita itu akan memasangkan serta memperbaiki mahkota kecilnya agar terlihat selalu indah, belaian dari kedua tangannya itu sangatlah begitu terasa, mungkin setiap sentuhannya adalah sebuah keajaiban bagi si kecil yang bergaun merah muda itu.


-sftmh-


Comments

Popular Posts