Bungkaman batin (Musuh terbesarku adalah pikiranku sendiri)

 Teramat jahat teramak tamak

Sesering itu untuk berpijak

Kehadiran itu tak ada yang menginginkannya

Karna sering kali membuat keresahan didalamnya


Aku sungguh binggung

Tak jarang ku termenung

Membungkam mulut

Walaupun hati sudah amat tersulut


Pawana bak tarikan yang mengubahnya menjadi badai 

Rinai itu perlahan mulai menguasai si hamparan kelabu

Seakan mengundang gemuruh untuk bergema

Dan kilat itu merasa terpanggil untuk menari nari 


Emosi seperti api

Menahan semakin berapi-api

Tak jarang helaan nafas ini berubah menjadi sesak

Dengan tatapan penuh amarah wajah ini mulai memerah


Semakin ku mencoba untuk tenang semakin tergiang

Terasa hati terus berbisik padahal aku tak ingin diusik

Semakin tebal tumpukan tekanan itu semakin ku lelah

Hanya bulir bulir dipelupuk mata dan isakan tangis itu yang kurasa


-sftmh-

Comments

Popular Posts