Aku belum sembuh, tapi aku bertahan
Banyaknya luka pada masa kecil ternyata se ngaruh itu ya, bahkan disaat kita lagi beranjak dewasa pun lukanya bisa dibilang masih belum kering, ingatan kita ga sependek itu, apalagi kalau buat nginget hal hal yang udah ngebentuk rasa takut kita menjadi sebuah bentuk trauma, dan sialnya itu terbawa meskipun kita sudah beranjak dewasa.
Dan disaat luka itu teringat dan terasa lagi hanya, terbentuk menjadi sebuah perasaan yang.....
"Butuh pertolongan tetapi takut buat minta tolong"
"Mau cerita tetapi takut dijugde disalahin dan dianggap ga penting "
"Ngomong dikit saja suka blibet apalagi kalau mau bercerita"
"Ingin berekspresi tentang apa yang kita rasain tetapi takut dianggap sebuah hal yang berlebihan"
"Gampang cemas, terlalu mikirin perasaan orang lain"
"Mau menyuarakan pendapat tetapi takut kalau pendapat kita malah bakalan dipandang sebelah mata, dan paling menyakitkan nya adalah mereka seolah olah tak mendengar kita".
Aku ga mau dendam dan aku ga mau jadi orang pembenci dan ga ada gunanya juga untuk memupuk rasa itu, mungkin orang orangnya juga udah lupa apa yang udah mereka perbuat sama kita, terus buat apa kita mikirin mereka?
tetapi kita ga mikirin mereka ko, kita mikirin diri kita sendiri, ga nyangka bisa melewati semua itu selama belasan tahun, dahulu setiap harinya itu tiap bangun tidur udah kebayang apa yang akan terjadi pada hari itu dan ga sampai disitu aja, pada hari esoknya pun masih harus bertemu dengan hari baru dan kejadian baru lagi, kebayang kan bagaimana ga numpuk coba? luka yang sebelumnya saja belum sembuh bener malah udah ditumpuk luka baru lagi.
Comments
Post a Comment