Aku, Dengan Segala Hal yang Belum Selesai Kupahami

ada banyak hal tentang diri sendiri yang baru kita mengerti setelah kita cukup jauh berjalan. dulu, mungkin kita mengira diri kita pemarah, terlalu sensitif, terlalu dingin, terlalu sulit percaya, atau terlalu banyak berpikir. sampai suatu hari kita sadar, mungkin sebagian dari itu bukan sekadar sifat. ada pengalaman yang membentuk cara kita melihat dunia, ada hal-hal yang pernah terjadi dan diam-diam memengaruhi cara kita merespons sesuatu hari ini.

dalam psikologi, pengalaman masa lalu memang dapat memengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan situasi, mengatur emosi, dan memberikan respons terhadap lingkungan. karena itu, terkadang reaksi kita terhadap sesuatu terasa jauh lebih besar daripada situasinya sendiri. bukan berarti kita selalu benar, dan bukan juga berarti semua perilaku harus dimaklumi. hanya saja, memahami asal sebuah reaksi bisa menjadi langkah pertama sebelum kita buru-buru menyalahkan diri sendiri.

semakin dewasa, mungkin kita mulai berhenti bertanya, “kenapa aku selalu begini?” dan perlahan menggantinya dengan pertanyaan yang lebih lembut, “apa sebenarnya yang sedang terjadi di dalam diriku?” dari sana kita belajar mengenali pola. kita mulai memperhatikan apa yang membuat kita merasa aman, apa yang membuat kita defensif, apa yang membuat kita menarik diri, dan mengapa beberapa hal sederhana bisa terasa begitu berat.

tapi mengenal diri sendiri bukan berarti menemukan alasan untuk membenarkan semua kesalahan. kita tetap perlu bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan dan bagaimana kita memperlakukan orang lain. hanya saja, bertanggung jawab tidak harus selalu dimulai dari kebencian terhadap diri sendiri. terkadang perubahan justru lebih mungkin terjadi ketika kita cukup berani mengatakan, “iya, bagian ini memang masih perlu aku perbaiki,” tanpa harus menambahkan, “berarti aku adalah manusia yang buruk.”

kita juga sering lupa bahwa pertumbuhan tidak selalu terlihat dramatis. kadang ia hanya berupa hal-hal kecil yang tidak diketahui siapa-siapa. seperti ketika kita memilih diam daripada bereaksi saat emosi sedang tinggi, mulai berani mengatakan tidak, berhenti mengejar validasi, atau akhirnya mampu meninggalkan sesuatu yang selama ini kita tahu tidak baik untuk diri sendiri.

growth doesn't always mean becoming a completely different person. sometimes, it means becoming more honest with the person you already are.

dan mungkin, menjadi dewasa bukan tentang akhirnya memahami seluruh diri kita. mungkin justru tentang menerima bahwa akan selalu ada bagian dari diri yang masih kita pelajari. ada sisi yang belum kita mengerti, luka yang belum sepenuhnya selesai, kebiasaan yang masih ingin kita ubah, dan versi lama dari diri kita yang sesekali masih muncul.

kita tidak harus menyelesaikan semuanya hari ini. manusia bukan teka-teki yang harus segera ditemukan jawabannya. kita adalah proses yang terus bergerak, berubah, belajar, salah, memahami, lalu mencoba lagi.
jadi kalau hari ini kamu masih belum sepenuhnya mengerti dirimu sendiri, mungkin tidak apa-apa.
kamu tidak terlambat. kamu sedang bertumbuh.


-sftmh-

Comments

Popular Posts